Sosial Entrepreneur Berdesa

Sosial Entrepreneur Berdesa

(Syarief Aryfa’id)

 

1. Pengantar

Berdesa merupakan kolaborasi gerakan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada kemandirian individu dan kelompok masyarakat dalam mengelola potensi (potensi SDM dan potensi Sumber daya alam) yang diorganisir oleh pemerintahan desa dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, komunalisme, egalitarian,  dan gotong royong. Konsep yang ditawarkan Lembaga Strategi Nasional ini, menempatkan desa sebagai arena inkubasi lahirnya pioner dan  pelopor entrepreneur desa yang memiliki kapasitas dan kemampuan mengelola dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa. Gerakan Berdesa juga mendorong lahirnya comunity base organization (CBO)  dalam rangka memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi di desa.

Secara akademik, sosial entrepreneur atau juga dikenal dengan istilah Kewirausahaan sosial merupakan displin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan. Oleh sebab itu, sangat penting dalam gerakan Berdesa untuk mengelaborasi kan berbagai pendekatan dan disiplin ilmu agar memudahkan masyarakat desa, menemukan potensi dirinya sebagai modal dasar mengelola potensi desa.

Desa desa di negara maju, katakanlah cina, India, dan Vietnam, gerakan sosial entrepreneur menjadi gerakan bersama yang diproteksi oleh negara, dan telah melewati fase krodit persoalan politik dan kekuasaan. Hari ini, desa desa kita, masih berjibaku dengan politik dan kekuasaan, sehingga abai terhadap pentingnya gerakan Berdesa dalam perspektif sosial entrepreneur berdesa.

2. Wirausaha Sosial Berdesa

Wirausaha sosial berdesa (sosial Entrepreneur Berdesa) merupakan proses teroganisir  dan terencana mengelola masalah menjadi peluang (opportunity) dengan pendekatan bisnis.  Dengan kata lain desa (masyarakat desa dan Pemeritah desa) memandang masalah sebagai peluang untuk membentuk sebuah sebuah model bisnis baru yang bermanfaat bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sosial enterpreneur berdesa tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata (profit), akan tetapi mendorong keberanian masyarakat desa untuk mengemukakan ide dan gagasan (prakarsa masyarakat) dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi di desa, yang kemudian prakarsa tersebut diakomodir dalam program dan kegiatan desa.

Sosial entrepreneur berdesa, menjadi fenomena sangat menarik untuk dikembangkan diperbincangkan terus ke seluruh desa di republik ini. Tujuannya adalah agar masyarakat desa memiliki keberanian untuk menjadi wirausahawan atau pengusaha lokal desa.

Fenomena masyarakat desa yang lebih doyan melakukan urbanisasi dan meninggalkan desa, harus di cegat dengan menawarkan solusi alternatif yaitu menjadi sosial entrepreneur berdesa.

Upaya mencegah warga desa agar tidak meninggalkan desa, tentu saja tidak sebatas himbauan tanpa ada intervensi kebijakan dan program oleh pemerintah, Pemerintah daerah dan desa. Oleh sebab itu dalam hal melaksanakan program pemberdayaan masyarakat desa , penting bagi pemerintah, Pemerintah daerah dan desa untuk meracang program sosial Entrepreneur Berdesa dengan berbagai bentuk kegiatan kewirausahaan.

3. Kapasitas Sosial entrepreneur berdesa.

Untuk dapat mewujudkan kuantitas dan kualitas kewirausahaan desa, maka setiap Pemerintah desa merancang program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas kewirausahaan desa. Dimana proses pemberdayaan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk berwirausaha, memiliki orientasi Ekonomi yang berhasil, berani mengambil resiko (bisnis), punya jiwa kepemimpinan, serta mewujudkan karakter masyarakat desa yang tekun, ulet dan pantang menyerah dalam berwirausaha.

Dalam berbagai literasi disebutkan, bahwa sifat-sifat seorang wirausaha berdesa yaitu; 

1) memiliki sifat optimisme tinggi, kemandirian, keyakinan untuk berhasil,

2) selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada keuntungan, dan manfaat, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka berkerja keras, energik, dan memiliki inisiatif, dan suka mencoba dan menerima tantangan.

3) memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan, serta bertingkah laku seperti pemimpin. Dapat bergaul dengan oranglain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.

4) memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas, serta memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan. Juga memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras dan kerja cerdas.

4. Karakter Sosial entrepreneur berdesa

Seorang  sosial Entrepreneur Berdesa, memiliki kemampuan berperan baik secara internal maupun eksternal dalam lingkungan sosial dan ekonomi. Secara internal seorang  sosial Entrepreneur Berdesa,  berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu mengkapitalisasi setiap potensi dan masalah menjadi nilai ekonomis.

Secara eksternal, seorang sosial entrepreneur berdesa  berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja di desa. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran di desa menjadi berkurang.

Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita di desa dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian desa yang basisnya adalah prakarsa masyarakat

Selain itu, menguatnya gerakan sosial entrepreneur berdesa (kewirausahaan desa) berdampak pula terhadap menurunnya tingkat urbanisasi dan kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran di desa 

Seorang wirausaha berdesa, memiliki peran sangat besar dalam melakukan mengembangkan dan mempromosikan berbagai potensi di desa.

Peran wirausaha berdesa, dalam perekonomian suatu desa, yaitu, pertama, Menciptakan lapangan kerja, kedua, Mengurangi pengangguran. Ketiga, Meningkatkan pendapatan masyarakatM. Keempat, Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian). Keenam, Meningkatkan produktivitas nasional.

Jadi, sudah saat Pemerintah, Pemerintah daerah dan Pemerintah desa untuk merubah arah Program perioritas penggunaan nasional, daerah dan perioritas penggunaan dana desa. Agar fokus dan lokus pada sosial Entrepreneur Berdesa, guna melahirkan generasi pengusaha desa yang handal di masa depan.

(Penulis adalah penggiat desa dan direktur lembaga strategi Nasional)

Diksusi dan konsultasi; 081328370083

Facebooktwitter

Written by 

Lahir dari Desa dan mendedikasikan diri untuk kemajuan Desa. Sebagai Founder dan CEO LSN komit belajar dan melahirkan ide dan gagasan yang indegenious untuk kemajuan bangsa dan negara.