Desa Lumbung Ikan

Program Desa Lumbung Ikan

( Tim LSN)

1. Pengantar

UU Nomor 6/2014 tentang Desa, merupakan bentuk hadirnya peran dan tanggung jawab negara terhadap desa. dimana pemerintah pusat selain mengakui terhadap keberadaan dan eksistensi desa (prinsip rekognisi), pemerintah pusat menempatkan desa dalam nomenklatur politik anggaran nasional, yang ditandai adanya kebijakan Dana Desa (APBN).

UU No. 6/2014, merupakan momentum penting bagi desa dan masyarakat desa untuk memaknai pengakuan negara terhadap desa dengan bergerak dan menggerakkan seluruh potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan.

Pengakuan negara terhadap kewenangan yang dimiliki desa, bukanlah pengakuan yang bersifat administratif, akan tetapi ingin memastikan bahwa pemerintah desa harus mampu menjawab pengakuan kewenangan tersebut dalam berbagai rencana aksi mengelola potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

 Hal ini berdasarkan kajian Lembaga Strategi Nasional selama enam tahun terakhir, desa-desa yang sukses dan berhasil membangun tatakelola pemerintahan yang baik, dan sukses meningkatkan perekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan kewenangan dan keuangan desa, adalah desa-desa yang memiliki penyelenggara pemerintahan desa yang punya kapasitas kepemimpinan yang inovatif, serta berorientasi pada terwujudnya cita-cita bersama masyarakat desa.
Seperti halnya di uraikan dalam Permendagri No. 114/2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa,  dimana desa berkewajiban merencanakan pembangunan desa berdasarkan aspirasi dan potensi desa, yang kemudian dituangkan dalam RPJMDes,  RPKDes dan APBDes.

Secara teknokratis rancangan RPJM Desa memuat visi dan misi kepala Desa, arah kebijakan pembangunan Desa, serta rencana kegiatan yang meliputi bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Jika mengacu pada kewenangan yang dimiliki desa, maka desa memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta pendapatan asli desa melalui perencanaan dan pengelolaan potensi desa yang baik. Dengan katalain, Pemerintah desa harus fokus pengelolaan dan pengembangan potensi desa yang ada di desa.

Dalam praktek selama ini, banyak desa yang belum memahami potensi dan tipelogi desa sebagai basis penyusun program dan kegiatan.

Oleh sebab itu penting bagi pemerintah desa, untuk memiliki kapasitas pengelolaan potensi desa, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai agenda pelatihan dan pendampingan, seperti: 1) pelatihan usaha ekonomi desa, 2) pelatihan pengelolaan pertanian dan hasil pertanian: 3) pelatihan pengelolaan perikanan, 4) pelatihan pemanfaatan teknologi tepat guna, 5) pelatihan kader pemberdayaan masyarakat Desa. 6) pelatihan kelompok usaha ekonomi produktif; kelompok perempuan, kelompok tani, kelompok masyarakat miskin, kelompok nelayan, kelompok pengrajin, kelompok pemerhati dan perlindungan anak, kelompok pemuda; dan kelompok lain sesuai kondisi Desa

2. Pengelolaan Potensi Perikanan

Sebagai negara yang dua per tiga wilayahnya berupa laut, desa desa di Indonesia memiliki potensi perikanan laut dan juga perikanan air tawar yang sangat berlimpah. Sektor perikanan memegang peranan penting ekonomi nasional seperti penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan devisa dan sumber gizi protein hewani. Bagi masyarakat nelayan ikan merupakan sebuah komoditi yang penting sebagai sumber utama kehidupan sehari hari.

Beberapa jenis ikan memiliki harga yang tinggi sehingga banyak di cari, namun ada juga jenis ikan yang harga nya murah karena mudah didapatkan. Daya tahan ikan segar yang tidak lama, menjadi kendala dalam usaha perluasan pemasaran hasil perikanan. Apabila hasil tangkapan atau budidaya ikan berlimpah maka harga ikan cenderung menurun. Sehingga perlu adanya metode antisipasi ketika terjadi keadaan seperti itu.
Berbagai jenis ikan memiliki karakter yang berbeda baik secara rasa maupun harga. Namun, diantara perbedaan tersebut ikan memiliki persamaan yakni bagian daging adalah bagian tubuh ikan yang sering dikonsumsi. Dalam daging terdapat banyak kandungan gizi seperti protein, lemak dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Di dalam daging juga mengandung air yang mencapai hampir 80%, dampak kandungan air pada daging berpengaruh kepada sifat ikan segar, yakni apabila lama tidak terolah akan menjadi busuk. Hal ini disebabkan air merupakan media baik pertumbuhan mikroba yang dapat merusak daging ikan.

Selain metode pengawetan dengan garam,pengasapan dan pendinginan, pengolahan ikan segar juga dapat mencegah proses rusak dan busuknya daging ikan.

Metode pengolahan ikan ini memiliki beberapa kelebihan yakni dari sisi bentuk dan rasa dapat diolah lebih variatif sehingga lebih menarik seperti, ikan asap, bakso ikan, ikan crispy, basreng, kerupuk amplang, kerupuk kulit dan lain lain. Dengan peralatan yang sederhana ikan dpat diolah menjadi berbagai bentuk makanan baru yang memiliki nilai ekonomi lebih baik

Untuk mengoptimalkan potensi sumber daya ikan, maka perlu adanya tambahan keahlian dan ketrampilan dalam pengolahan ikan. Untuk olahan non pangan ikan dapat diolah menjadi produk feeding.

Beberapa jenis ikan yang tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi tepung ikan. Termasuk bagian tulang ikan limbah dari olahan produk pangan. Produk tepung ikan dapat dimanfaatkan menjadi bahan dasar pembuatan pelet. 

3. Arah kebijakan strategis
Lembaga Strategi Nasional, yang memiliki komitmen menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, memiliki optimisme tinggi, bahwa pilihan berdesa dan mendampingi desa, merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa negara ini akan makmur dan sejahtera, jikalau desa desa seluruh republik ini berdaulat dan maju.

Berdasarkan argumentasi tersebut, secara inovatif dan berkelanjutan, LSN mendorong agar desa desa yang memiliki potensi perikanan, agar menetapkan desanya sebagai lumbung ikan. Dengan katalain, program yang dirancang berdasarkan kewenangan yang dimiliki serta kapasitas APBDES, hendaknya fokus pada potensi (Perikanan) yang dimiliki desa tersebut.

Oleh sebab itu, salah satu langkah kecil yang lembaga strategi Nasional untuk mendukung skema tersebut yaitu meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM Pemerintahan dan masyarakat desa melalui kegiatan pendidikan, pelatihan dan pendampingan (pemberdayaan) masyarakat desa.

Konsep pelatihan dan pemberdayaan yang di rancang Lembaga Strategi Nasional, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan (kapasitas SDM) masyarakat desa dalam mengelola berbagai potensi desa, seperti halnya potensi dibidang perikanan, sehingga menjadi instrumen penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, secara sosial dan ekonomi.

4. Langkah Taktis.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dirancang Lembaga Strategi Nasional terdapat beberapa langkah taktis, antaralain, pertama, membantu pemerintah desa dan masyarakat desa mengetahui berbagai potensi ekonomi di bidang perikanan. Kedua, membantu pemerintah desa dan masyarakat desa mengetahui berbagai metode dan teknologi tepat guna, dan tepat manfaat dalam hal pengelolaan ikan baik sebagai bahan pangan maupun non pangan dalam berbagai produk turunan (pengelolaan ikan)

5. User program

Program yang dirancang Lembaga Strategi Nasional ini, difokuskan pada kelompok masyarakat (warga desa), pengambil Kebijakan (Pemerintah desa), pengelola BUMDes, kelompok wanita tani dan nelayan, PKK dan karangtaruna sebagai user dan enuser program.

 

Informasi, pendaftaran pelatihan dan pendampingan, anda bisa hubungi kami di email syariffaid92@gmail.com atau kontak wa.081328370083.

 

 

 

 

Facebooktwitter

Written by 

Lahir dari Desa dan mendedikasikan diri untuk kemajuan Desa. Sebagai Founder dan CEO LSN komit belajar dan melahirkan ide dan gagasan yang indegenious untuk kemajuan bangsa dan negara.